ガムラン&ワヤンHANA★JOSSのイベント情報です。
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31
カテゴリ
プシンデンBu Tantinahさんについて
今月惜しまれながら亡くなったガムランの名プシンデンBu Tantinahさんと、
時代を同じく活動されるジャワの歌い手さんについて
Kitsieさんが記された文章を転載しています。
Tantinahさんをはじめとするカラウィタン界の頂点で活躍するプシンデンについて
詳しくかかれれており、このブログにも記録しておきたいと思います。

Bu Tantinah adalah salah satu pesindhen yang paling aktif dalam dunia rekaman maupun
pertunjukan langsung (live) di sejarah dunia karawitan antara dekade 70-an
sampai 90-an. Bu Tantinah hadir sejak rekaman-rekaman awal grup Riris Raras
Irama ( sebuah grup karawitan yang terdiri dari pengrawit RRI ( pak Dalimin,
pak Wakijo, pak Wahyo, dan beberapa nama pengrawit lain) dan pengrawit non-RRI
( Sardiman, Wakiyo, Saguh), dipimpin oleh Sunarto Ciptosuwarso ).
Mulai dari rekaman KGD 001, sampai saat grup Riris Raras Irama diteruskan oleh pengrawit-pengrawit
generasi penerus Ciptosuwarso seperti pak Wakijo, pak Wakidi, pak Sardiman, dan
pak Saguh ( rekaman-rekaman Riris Raras> generasi ini kemungkinan besar terdiri dari para pengrawit yang lebih beragam,
misalnya beberapa generasi pengrawit yang lebih muda seperti Kuat, Sukamso, Suraji, Darno (pengrawit-pengrawit yang berafiliasi dengan ASKI STSI),
yang berkode nomer kaset KGD 200-san seterusnya.
Dalam ratusan kaset rekaman tersebut Tantinah memiliki pengalaman bekerja dan bermusik dengan 
berbagai generasi pesindhen mulai dari Sumarmi, Tukinem, Tugini (kebanyakan rekaman Riris Raras di bawah payung Dahlia record), Ngatirah, Panut ( bu Panut adalah istri pak Saguh, beberapa pengrawit menyebutkan bahwa sindhenan bu Panut mirip dengan bu Tukinem), Supadmi, Tomblok, Sunyahni, sampai generasi pesindhen muda seperti mbak Kesi.
Selain itu bu Tantinah juga ikut serta dalam rekaman grup Condhong Raos ( baik dalam rekaman
wayang kulit maupun kaset klenengan, rekaman grup Ngripto Raras, rekaman Indra
Raras ( grup bentukan Ciptosuwarso yang lain, dengan komposisi pengrawit yang kurang lebih sama dengan Riris Raras,
dengan mengikutsertakan Darsono Jepang, pesindhen Suparmi ( Migut), Sutarmi ( pak Darsono Jepang menceritakan bu Sutarmi memiliki kaitan dengan keluarga Gito Ratiyem ?)
Sindhenan bu Tantinah menurut saya sangat dinamis, karakternya bisa berubah-ubah, bisa sangat mirip dengan beberapa pesindhen, bisa sangat menonjolkan ciri ke-Tantinah-annya. Jika anda adalah penggemar rekamn-rekaman Condong Raos dibawah label Fajar, di situ terdapat empat pesindhen Ngatirah, Supadmi, Suyatmi,> Sutantinah ( Tantinah).
Menurut saya, suara bu Yatmi, bu Padmi, dan bu Tantinah dalam rekaman itu sangat sulit sekali dibedakan, kecuali dalam sajian Jurang Jugrug dimana bu Yatmi tampil dengan ke-kenes-an yang sangat mencirikan gaya sindhenannya.
Bu Tantinah juga memiliki kelebihan dalam membuat gregel yang sering menggunakan nada-nada yang sulit namun dapat ditampilakn dengan begitu indah ( jika anda beruntung dapat memiliki kaset Kusuma Record KGD 001,
di merong gendhing Onang-onang gong ro, saat balungan ro-lu-mo-nem, bu Tantinah menyajikan abon-abon yang menggunakannada pi ( pitu ) dengan sangat indah ( ini memang lazim, tetapi menurut saya, sindhenan bagian ini oleh bu Tantinah adalah sajian yang paling sempurna dibanding semua rekaman Onang-onang yang pernah saya dengar).
Kelebihan lain bu Tantinah adalah kemampuan mengulur cengkok jika seleh suatu lagu dilanjutkan oleh gantungan yang memanjangkan seleh tersebut ( simak sajian dalam kaset
wayang kulit Kusuma Record Wisanggeni lahir, bagian ngelik merong ketawang gendhing Karawitan seleh ji------ada beberapa rekaman oleh Anom Suroto dengan lakon Wisanggeni lahir, yang saya maksud disini adalah yang jejer Krawitan buka Rebab, pesindhen Tantinah, Sudarmi, Sarwosri ….saya lupa mengingat nomer label kaset. Juga dalam cengkok seleh nem pada balungan ayu kuning ngelik ladrang Sri Kretarta irama rangkep ( rekaman Ngripto Raras Lokananta Recording ACD> 164-165).
Salah satu cengkok yang menjadi andalan para pesindhen adalah cengkok minir. Dalam rekaman-rekaman Anom Suroto, banyak sekali jejer yang memakai gendhing Kabor, dan menurut saya cengkok minir ro ( hanya lagu sindhenan abon-abon) yang disajikan bu Tantinah dalam gatra pertama sesudah gong ngelik merong ketawang gendhing Kabor adalah minir yang sangat khas, sehingga setiap kali saya mendengar Kabor,dan sampai pada bagian itu, saya kan selalu ingat bu Tantinah 
Bu Tukinem sering menyebut bahwa ketika masa-masa keemasannya, banyak pesindhen-pesindhen yang mengacu gaya sindhenannya seperti bu Cendhani dan bu Tantinah, namun selanjutnya bu Tantinah mengembangkan gayanya sendiri ( ini nampak jelas dalam rekaman-rekaman Anom Suroto LAWAS).
Juga saya mencatat, bahwa duet Tantinah-Migut adalah bentuk regenerasi dari gaya dua pesindhen Tukinem-Ngatirah ( bu Migut pada decade 80-an sering dijuluki Ngatirah-e Solo).
Pak Kamso
sering menyebutkan bahwa saat ini gaya pesindhen-pesindhen yang ada di Solo sudah semakin berkurang jenisnya. Dan yang bertahan saaat ini mungkin hanya tiga gaya besar yang dikembangkan oleh bu Tukinem (ruruh, prasaja, antep)-----gaya ini diikuti oleh bu Cendhani, Bu Tarini, bu Harjutri, bu Dewi Marhaeningsih, bu Mulyani (yang menyindhen di latihan Cakra Homestay dan Danarhadi), bu Tantinah ( di antara semua ini bu Tantinah di masa-masa keemasannya mengembangkan gayanya sendiri yang juga banyak diacu oleh para pesindhen muda. bu Sudarti-Supadmi------kenes, crawak, dengan keragaman wiled yang sangat kaya,----pengikut gaya ini yang paling menonjol saat ini adalah bu Yayuk, dan bu Sunyahni,.bu Ngatirah-----diikuti oleh banyak sekali pesindhen seperti bu Suwarni (almarhumah), bu Migut, bu Kartini Sabdosih (dari Kediri Jawa Timur ), dan banyak pesindhen lainnya.
Gaya sindhenan groyok ( dengan vibrasi) yang dulu menjadi cirri khas bu Mardusari, Wara Podhang, bu Marmi, semakin jarang ditemui. Jika anda beruntung untuk dapat berada di Solo dan mendengar bu Sunarti menyindhen, mungkin beliau adalah pesindhen terakhir yang sering menyajikan gaya groyok tersebut.
Saya adalah pemerhati sindhenan> yang merasa sangat kehilangan atas wafatnya bu Tantinah.

Terimakasih sekali atas infonya mbak Kitsie.
[PR]
by hanajoss | 2010-11-19 10:04 | ジャワのこと
<< フォト・11/6オチャケ茶会 大山崎 フォト・11/7岡山国民文化祭 >>